Cerpen Pindah Sekolah
Angin pagi menyelinap ke sela sela seragam Hassan,sinar matahari membelai tubuhnya dengan lembut. kakinya melangkah melewati gerbang sekolah barunya.
wajahnya tampak tenang meski hatinya bergejolak akibat reputasi buruk dan tatapan sinis yang selalu bersama nya. semenjak ia keluar dari sekolah lamanya,
Di tempat ini ia berjanji untuk memperbaiki kesalahan dan memulai nya lagi.
Namun takdir berkata lain ujian itu datang menyapa sejak hari pertama.Di sudut lapangan ia melihat seorang siswa bernama rico, anak yang berjalan dengan kesombongan yang mencolok seolah dunia ada dibawah kendali nya. Ia dikenal suka membully anak anak lainnya.Anehnya tak ada satupun guru yang menegurnya seolah para guru seolah membutakan mata dan membungkam mulut, seakan tak pernah melihat atau mendengar apa pun tentang perlakuan Rico.
Hassan pun tau penyebabnya-Rico bukan anak sembarangan, ia merupakan anak dari pejabat tinggi yang sangat berpengaruh.
Hassan tak pernah bisa melihat ketidakadilan.Di kantin sekolah,hari itu dipenuhi obrolan dan tawa, suasananya yang ramai dan hangat.Namun itu berubah ketika Rico datang,hassan melihat Rico mendorong tubuh lemah Jony hingga tersungkur di tanah.Tanpa ragu hassan menghampiri dan membantu Jony berdiri.
"kalau kau ingin dihormati,jagan paksa orang lain dengan kekerasan"kata Hasan dengan suara yang menggema seperti petir di langit mendung.
sejak saat itu, hassan menjadi sasaran selanjutnya.Hari-hari sekolah berubah menjadi medan pertempuran sunyi.Teman-teman Rico mengganggunya sepatu disembunyikan, makanannya di lempar,bahkan meja Hassan seperti menangis setiap kali terkena tumpahan yang disengaja.Hassan menahan diri,terus mengingat janjinya.malam ternyata menyimpan rahasia kelam jony teman yang pernah ia tolong dulu,kembali di bully lebih sunyi,lebih kejam.Hingga kabar duka mengetuk telinga Hassan, jony masuk rumah sakit.
Hassan tak tinggal diam,dia tau ini ulah Rico.
Bola merah merangkak turun ke arah barat, hassan menunggu Rico di gang belakang sekolah.Tak ada kata,hanya tatapan tajam yang cukup untuk menyulut perkelahian.
Namun, warga yang mendengar keributan datang melerai dan membawa mereka ke kantor polisi.Hassan melihat hal yang keji,ayah Rico menyuap polisi.memutarbalikkan cerita,membuat Hassan menjadi pelaku.
Hasilnya? Hassan diskors dari sekolah
Namun keadilan belum mati.seorang perwira polisi mencium bau kejanggalan,ia akhirnya menyelidiki lebih dalam.Akhirnya semuanya terbongkar,ayah Rico terbukti terlibat dalam kasus penyuapan dan korupsi,dunia yang dulu memihak mereka kini berbalik arah,harta mereka disita.
Waktu terus melangkah. Nama Hassan mulai bersih kembali. Ia kembali ke sekolah dengan wajah yang tak lagi dibayangi murka. Hatinya tenang, meski kenangan masih suka menyapa dalam diam.
bola merah mewarnai langit dengan warna pastel yang lembut, merangkul bumi dengan hangatnya, langit mendung bergelayut, ketika Hassan melihat seorang anak laki-laki duduk di bangku taman. Pakaian lusuh dan tatapan kosong anak itu seperti cermin retak yang menyimpan cerita lama.
Itu Rico.
.
Rico berdiri dan menghampiri Hassan. Dengan suara serak yang seolah membawa beban masa lalu, ia berkata,
“Aku… aku minta maaf, Hassan. Semua yang kulakukan dulu... aku salah.”
Hassan menatapnya lama. Amarah dalam hatinya sudah lama mengemasi koper dan pergi. Yang tersisa hanyalah rasa iba.
Ia mengangguk pelan.
“Kita semua pernah salah, Rico. Tapi tak semua orang punya keberanian untuk mengakuinya.”
Hassan pun mengulurkan tangan. Rico menyambutnya.
Dan matahari pun muncul malu-malu dari balik awan, menyinari dua remaja yang tak lagi menjadi musuh, tapi sahabat dalam perjalanan menuju masa depan.

Komentar
Posting Komentar